Amalan Pembuka Pintu Rezeki
DHUHA YUK!!!
Bukan lagi tentang usaha kalau sudah benar-benar ikhtiar namun belum mendapatkan balasannya. Kadang Allah lebih suka memberi apa yang kita butuhkan bukan memberi apa yang kita inginkan. Kita ingin mobil, kita ingin rumah mewah, kita ingin jalan-jalan ke luar negeri. Kalau Allah SWT belum mengatakan "kun fayakun" kita juga gak mendapatkannya. Tugas kita hanya usaha, usaha lagi, dan usaha terus. Semua yang diberikan Allah SWT ke kita melihat kemampuan kita. Jadi, kita seorang muslim jangan pernah berkecil hati jika usaha kita belum di ijabah Allah SWT.
self improvement
- Seberapa sering kita bersyukur?
- Seberapa sering kita berdzikir?
- Seberapa sering kita berbuat kebaikan?
Allah SWT juga melihat usaha kita mendekatkan diri kepada-Nya, bukan seberapa kuat kita menggapai cita saja. Karna Allah SWT tau kapan waktu yang tepat kita merasakannya.
USAHA TANPA DOA ITU SOMBONG
DOA TANPA USAHA ITU BOHONG
2. Mengganti sedekah dengan seluruh persendian
3 Akan dicukupi urusan di akhir siang
4. Mendapat pahala haji umroh yang sempurna
6. Mendapatkan
keuntungan dunia akherat
hellow guis... mau tau alasan kenapa usaha kita belum di ijabah Allah... mungkin kita melupakan amalannya... simak kuy
DHUHA AMALAN PEMBUKA PINTU REZEKI
Dhuha adalah salat sunnah yang dilakukan ketika matahari condong ke barat lurus dengan kita seperti busur panah. waktunya bisa 20-30 menit setelah terbit fajar.
Keutamaan mengerjakan salat dhuha:
1. Risalah Rasulullah SAW
hadits dari Abud Darda’ radhiallahu’anhu, ia berkata:
“Kekasihku
(Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam) mewasiatkan aku untuk tidak
meninggalkan tiga perkara selama aku masih hidup: puasa tiga hari di setiap
bulan, shalat dhuha dan tidak tidur sampai aku shalat witir” (HR. Muslim no.
722).
Hadits yang mirip juga diriwayatkan dari Abu Hurairah
radhiallahu’anhu, ia berkata:
“Kekasihku
(Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam) mewasiatkan aku utiga perkara: puasa
tiga hari di setiap bulan, dua raka’at shalat dhuha dan shalat witir sebelum
tidur” (HR. Bukhari no. 1178, Muslim no. 721).
2. Mengganti sedekah dengan seluruh persendian
Dari
Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,
يُصْبِحُ
عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ
وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ
صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ
وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى
“Pada
pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah.
Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid
(alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah)
bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai
sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar
(melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti)
dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at” (HR. Muslim no.
720).
Padahal
persendian yang ada pada seluruh tubuh kita sebagaimana dikatakan dalam hadits
dan dibuktikan dalam dunia kesehatan adalah 360 persendian. ‘Aisyah pernah
menyebutkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إِنَّهُ
خُلِقَ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنْ بَنِى آدَمَ عَلَى سِتِّينَ وَثَلاَثِمَائَةِ
مَفْصِلٍ
“Sesungguhnya
setiap manusia keturunan Adam diciptakan dalam keadaan memiliki 360 persendian”
(HR. Muslim no. 1007).
Hadits
ini menjadi bukti selalu benarnya sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Namun sedekah dengan 360 persendian ini dapat digantikan dengan shalat Dhuha
sebagaimana disebutkan pula dalam hadits dari Buraidah, beliau mengatakan bahwa
beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَبِى
بُرَيْدَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « فِى
الإِنْسَانِ سِتُّونَ وَثَلاَثُمِائَةِ مَفْصِلٍ فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ
كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهَا صَدَقَةً ». قَالُوا فَمَنِ الَّذِى يُطِيقُ ذَلِكَ يَا
رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « النُّخَاعَةُ فِى الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا أَوِ الشَّىْءُ
تُنَحِّيهِ عَنِ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَقْدِرْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُ
عَنْكَ
“Manusia
memiliki 360 persendian. Setiap persendian itu memiliki kewajiban untuk
bersedekah.” Para sahabat pun mengatakan, “Lalu siapa yang mampu bersedekah
dengan seluruh persendiannya, wahai Rasulullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam lantas mengatakan, “Menanam bekas ludah di masjid atau menyingkirkan
gangguan dari jalanan. Jika engkau tidak mampu melakukan seperti itu, maka
cukup lakukan shalat Dhuha dua raka’at.” (HR. Ahmad, 5: 354. Syaikh Syu’aib
Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih ligoirohi)
Imam
Nawawi rahimahullah mengatakan, “Hadits dari Abu Dzar adalah dalil
yang menunjukkan keutamaan yang sangat besar dari shalat Dhuha dan
menunjukkannya kedudukannya yang mulia. Dan shalat Dhuha bisa cukup dengan dua
raka’at” (Syarh Muslim, 5: 234).
Muhammad
bin ‘Ali Asy Syaukani rahimahullah mengatakan, “Hadits Abu Dzar
dan hadits Buraidah menunjukkan keutamaan yang luar biasa dan kedudukan yang
mulia dari Shalat Dhuha. Hal ini pula yang menunjukkan semakin disyari’atkannya
shalat tersebut. Dua raka’at shalat Dhuha sudah mencukupi sedekah dengan 360
persendian. Jika memang demikian, sudah sepantasnya shalat ini dapat dikerjakan
rutin dan terus menerus” (Nailul Author, 3: 77).
3 Akan dicukupi urusan di akhir siang
Dari
Nu’aim bin Hammar Al Ghothofaniy, beliau mendengar Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
قَالَ
اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ
أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ
“Allah
Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at
shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.”
(HR. Ahmad (5/286), Abu Daud no. 1289, At Tirmidzi no. 475, Ad Darimi no. 1451
. Syaikh Al Albani dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Penulis
‘Aunul Ma’bud –Al ‘Azhim Abadi- menyebutkan, “Hadits ini bisa mengandung
pengertian bahwa shalat Dhuha akan menyelematkan pelakunya dari berbagai hal
yang membahayakan. Bisa juga dimaksudkan bahwa shalat Dhuha dapat menjaga
dirinya dari terjerumus dalam dosa atau ia pun akan dimaafkan jika terjerumus
di dalamnya. Atau maknanya bisa lebih luas dari itu.” (‘Aunul Ma’bud, 4: 118)
At
Thibiy berkata, “Yaitu engkau akan diberi kecukupan dalam kesibukan dan
urusanmu, serta akan dihilangkan dari hal-hal yang tidak disukai setelah engkau
shalat hingga akhir siang. Yang dimaksud, selesaikanlah urusanmu dengan
beribadah pada Allah di awal siang (di waktu Dhuha), maka Allah akan mudahkan
urusanmu di akhir siang.” (Tuhfatul Ahwadzi, 2: 478).
Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda,
« مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ
اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ
كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ ». قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-
« تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ
“Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara
berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit,
kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala
haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan
sempurna.” (HR. Tirmidzi no. 586. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits
ini hasan)
Al Mubaarakfuri rahimahullah dalam Tuhfatul
Ahwadzi bi Syarh Jaami’ At Tirmidzi (3: 158) menjelaskan, “Yang dimaksud
‘kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at’ yaitu setelah matahari terbit.
Ath Thibiy berkata, “Yaitu kemudian ia melaksanakan shalat setelah matahari
meninggi setinggi tombak, sehingga keluarlah waktu terlarang untuk shalat.
Shalat ini disebut pula shalat Isyroq. Shalat tersebut adalah
waktu shalat di awal waktu.”
5. Termasuk salat awwabin(orang yang kembali taat)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia
berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لا يحافظ على صلاة الضحى إلا أواب، وهي صلاة الأوابين
“Tidaklah menjaga shalat sunnah Dhuha melainkan
awwab (orang yang kembali taat). Inilah shalat awwabin.” (HR. Ibnu
Khuzaimah, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At
Tarhib 1: 164). Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Awwab adalah muthii’
(orang yang taat). Ada pula ulama yang mengatakan bahwa maknanya adalah orang
yang kembali taat” (Syarh Shahih Muslim, 6: 30)
Hadits Rasulullah SAW yang berbunyi “Barangsiapa sholat Dhuha 2
rakaat, ia tidak akan termasuk golongan pelupa/lalai. Barangsiapa sholat Dhuha
4 rakaat, akan dimasukkan kepada golongan orang orang yang taubat (kembali
kepada Allah).
"Barangsiapa sholat Dhuha 6 rakaat, akan dicukupi kebutuhannya hari itu.
Barangsiapa sholat Dhuha 8 rakaat, termasuk golongan hamba hamba yang patuh.
Dan barangsiapa sholat Dhuha 12 rakaat maka Allah akan membangun baginya rumah
di surga”.
(H.R. Thabrani dari Abu Darda’)
7.
Mendapat rumah di surga
Keutamaan
yang terdapat dalam sholat dhuha sangatlah banyak dan istimewa. Adapun salah
satu keutamaannya adalah Allah akan membangunkan istana di surga bagi orang
yang sering mengerjakan sholat dhuha. Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa sholat Dhuha dua
belas rakaat, maka Allah akan membangun baginya istana dari emas di surga”.
(H.R. Tirmidzi dan Ibnu Majah).
hadits dari Abud Darda’ radhiallahu’anhu, ia berkata:
Hadits yang mirip juga diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, ia berkata:
Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/44198-fikih-shalat-dhuha.html
أَوْصاني حبيبي بثلاثٍ لنْ أَدَعهنَّ ما عشتُ: بصيامِ ثلاثةِ أيَّامٍ من كلِّ شهرٍ، وصلاةِ الضُّحى، وأنْ لا أنامَ حتى أُوتِرَ
“Kekasihku (Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam) mewasiatkan aku
untuk tidak meninggalkan tiga perkara selama aku masih hidup: puasa tiga
hari di setiap bulan, shalat dhuha dan tidak tidur sampai aku shalat
witir” (HR. Muslim no. 722).Hadits yang mirip juga diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, ia berkata:
أَوْصاني خليلي صلَّى اللهُ عليه وسلَّم بثلاثٍ: صيامِ ثلاثةِ أيَّامٍ من كلِّ شهرٍ، وركعتي الضُّحى، وأنْ أُوتِرَ قبل أن أرقُدَ
“Kekasihku (Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam) mewasiatkan aku
utiga perkara: puasa tiga hari di setiap bulan, dua raka’at shalat dhuha
dan shalat witir sebelum tidur” (HR. Bukhari no. 1178, Muslim no. 721).Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/44198-fikih-shalat-dhuha.html
hadits dari Abud Darda’ radhiallahu’anhu, ia berkata:
Hadits yang mirip juga diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, ia berkata:
Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/44198-fikih-shalat-dhuha.html
أَوْصاني حبيبي بثلاثٍ لنْ أَدَعهنَّ ما عشتُ: بصيامِ ثلاثةِ أيَّامٍ من كلِّ شهرٍ، وصلاةِ الضُّحى، وأنْ لا أنامَ حتى أُوتِرَ
“Kekasihku (Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam) mewasiatkan aku
untuk tidak meninggalkan tiga perkara selama aku masih hidup: puasa tiga
hari di setiap bulan, shalat dhuha dan tidak tidur sampai aku shalat
witir” (HR. Muslim no. 722).Hadits yang mirip juga diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, ia berkata:
أَوْصاني خليلي صلَّى اللهُ عليه وسلَّم بثلاثٍ: صيامِ ثلاثةِ أيَّامٍ من كلِّ شهرٍ، وركعتي الضُّحى، وأنْ أُوتِرَ قبل أن أرقُدَ
“Kekasihku (Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam) mewasiatkan aku
utiga perkara: puasa tiga hari di setiap bulan, dua raka’at shalat dhuha
dan shalat witir sebelum tidur” (HR. Bukhari no. 1178, Muslim no. 721).Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/44198-fikih-shalat-dhuha.html
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/2845-keutamaan-shalat-dhuha.html
لا يحافظ على صلاة الضحى إلا أواب، وهي صلاة الأوابين
“Tidaklah menjaga shalat sunnah Dhuha melainkan awwab (orang yang kembali taat). Inilah shalat awwabin.” (HR. Ibnu Khuzaimah, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib 1: 164). Imam Nawawi rahimahullah
berkata, “Awwab adalah muthii’ (orang yang taat). Ada pula ulama yang
mengatakan bahwa maknanya adalah orang yang kembali taat” (Syarh Shahih
Muslim, 6: 30).Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/2845-keutamaan-shalat-dhuha.html
Komentar
Posting Komentar